SUHU DAN VISKOSITAS
Viskositas dapat dinyatakan sebagai
tahanan aliran fluida yang merupakan gesekan antara molekul – molekul cairan
satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir, dapat dikatakan
memiliki viskositas yang rendah, dan sebaliknya bahan-bahan yang sulit mengalir
dikatakan memiliki viskositas yang tinggi. Viskositas pada zat cair
disebabkan oleh adanya gaya kohesi yaitu gaya tarik menarik antara molekul
sejenis (Sarojo, 2009).
Viskositas merupakan ukuran
kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida.
Semakin besar viskositas (kekentalan) fluida, maka semakin sulit suatu fluida
untuk mengalir dan juga menunjukkan semakin sulit suatu benda bergerak di dalam
fluida tersebut. Di dalam zat cair, viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi
antara molekul zat cair. Sedangkan dalam gas, viskositas timbul sebagai akibat
tumbukan antara molekul gas. Zat cair lebih kental (viskositasnya) daripada
gas, sehingga untuk mengalirkan zat cair diperlukan gaya yang lebih besar dibandingkan
dengan gaya yang diberikan untuk mangalirkan gas.
Faktor- faktor yang mempengaruhi
viskositas adalah sebagai berikut (Bird, 1987):
a. Tekanan
Viskositas cairan naik dengan naiknya tekanan, sedangkan viskositas gas
tidak dipengaruhi oleh tekanan.
b. Temperatur
Viskositas akan turun dengan naiknya suhu, sedangkan viskositas gas naik
dengan naiknya suhu. Pemanasan zat cair menyebabkan molekul-molekulnya
memperoleh energi. Molekul-molekul cairan bergerak sehingga gaya interaksi
antar molekul melemah. Dengan demikian viskositas cairan akan turun dengan
kenaikan temperatur.
c. Kehadiran zat lain
Penambahan gula tebu meningkatkan viskositas air. Adanya bahan tambahan
seperti bahan suspensi menaikkan viskositas air. Pada minyak ataupun gliserin
adanya penambahan air akan menyebabkan viskositas akan turun karena gliserin
maupun minyak akan semakin encer, waktu alirnya semakin cepat.
d. Ukuran dan berat
molekul
Viskositas naik dengan naiknya berat molekul. Misalnya laju aliran alkohol
cepat, larutan minyak laju alirannya lambat dan kekentalannya tinggi seta laju
aliran lambat sehingga viskositas juga tinggi.
e. Berat molekul
Viskositas
akan naik jika ikatan rangkap semakin banyak.
f. Kekuatan antar
molekul
Viskositas air naik denghan adanya ikatan hidrogen, viskositas CPO dengan
gugus OH pada trigliseridanya naik pada keadaan yang sama.
Bila sebuah bola yang massa jenisnya
lebih besar daripada massa jenis fluida dan berjari-jari r, dimasukkan ke dalam
suatu fluida zat cair, maka bola tersebut akan jatuh dipercepat sampai suatu
saat kecepatannya maksimum (Vmaks). Pada kecepatan Vmaks ini,
benda akan bergerak beraturan karena gaya beratnya sudah diimbangi oleh gaya
gesek fluida.
Menurut George Stokes besarnya gaya
gesek pada fluida inilah yang disebut gaya stokes dengan koefisien
viskositasnya η dengan konstanta k = 6πr. Sehingga gaya gesek
(gaya stokes) dapat dirumuskan sebagai:

Jika sebuah benda berbentuk bola jatuh bebas dalam suatu fluida kental
(gambar 1.17), kecepatannya akan bertambah karena pengaruh gravitasi bumi
sehingga mencapai suatu kecepatan terbesar yang tetap. Kecepatan terbesar yang
tetap tersebut dinamakan kecepatan terminal.
nano titanium ionic straightening iron | TITIAN ROULETTE ROULETTE ROULETTE
BalasHapusDiscover: ford edge titanium 2019 Nano Titanium Iron. suunto 9 baro titanium It is an alloy. There are a lot of omega seamaster titanium different titanium nitride types of iron omega seamaster titanium products. The most popular is steel.